Tujuan Penetapan Harga
Pada dasarnya ada empat jenis tujuan penetapan harga, yaitu :
1. Berorientasi pada Laba, bahwa setiap perusahaan selalu memilih harga
yang dapat menghasilkan laba yang paling tinggi atau sering disebut
”maksimisasi laba”.
2. Berorientasi pada Volume, bahwa penetapan harga sedemikian rupa agar
dapat mencapai tingkat volume penjualan tertentu, nilai penjualan atau
pangsa pasar tertentu.
3. Berorientasi pada citra (image), bahwa penetapan harga tertentu dapat
membentuk citra perusahaan, misalnya menetapkan harga tinggi dapat
membentuk citra perusahaan yang prestisius, sementara menetapkan harga
rendah memungkinkan menjaga nilai perusahaan tertentu (menjaga harga
yang terendah di suatu daerah).
4. Berorientasi pada Stabilitas Harga, hal ini dilakukan untuk
mempertahankan hubungan yang stabil antara suatu perusahaan dan harga
pemimpin industri (industry leader).
Strategi Penetapan Harga Produk Baru
Harga yang ditetapkan atas suatu produk baru harus dapat memberikan
pengaruh yang baik bagi petumbuhan pasar. Selain itu untuk mencegah
timbulnya persaingan yang sengit. Ada dua hal yang perlu diperhatikan
dalam penetapan harga produk baru, Tjiptono (2001 : 172);
a. Skimming Pricing, merupakan strategi yang menetapkan harga tinggi
pada suatu produk baru, dengan dilengkapi aktifitas promosi yang gencar,
tujuannya adalah :
1. Melayani pelangggan yang tidak terlalu sensitive terhadap harga, selagi persaingannya belum ada.
2. Untuk menutupi biaya-biaya promosi dan riset melalui margin yang besar.
3. Untuk berjaga-jaga terjadinya kekeliruan dalam penetapan harga,
karena akan lebih mudah menurunkan harga dari pada menaikan harga awal.
b. Penetration Pricing, merupakan strategi dengan menetapkan harga
rendah pada awal produksi, dengan tujuan dapat meraih pangsa pasar yang
besar dan sekaligus menghalangi masuknya para pesaing. Dengan harga
rendah perusahaan dapat pula mengupayakan tercapainya skala ekonomi dan
menurunnya biaya per-unit. Strategi ini mempunyai perspektif jangka
panjang, dimana laba jangka pendek dikorbankan demi tercapainya
keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Ada empat bentuk harga yang
menggunakan strategi ”Penetration Pricing”, antara lain;
1. Harga yang dikendalikan (restrained price), yaitu harga yang
ditetapkan dengan tujuan mempertahankan tingkat harga tertentu selama
periode inflasi.
2. Elimination price, yaitu merupakan penetapan harga pada tingkat
tertentu yang dapat menyebabkan pesaing - pesaing tertentu (terutama
yang kecil) keluar dari persaingan.
3. Promotion price adalah harga yang ditetapkan rendah dengan kualitas sama, dengan tujuan untuk mempromosikan produk tertentu.
4. Keep-out price, merupakan penetapan harga tertentu sehingga dapat mencegah para pesaing memasuki pasar.
Strategi Penetapan Harga Produk Yang Sudah Mapan
Menurut Tjiptono (2001 : 174) ada beberapa faktor yang menyebabkan suatu
perusahaan harus selalu meninjau kembali strategi penetapan harga
produk-produknya yang sudah ada di pasar, diantaranya adalah :
1. Adanya perubahan dalam lingkungan pasar, misalnya pesaing besar menurunkan harga.
2. Adanya pergeseran permintaan, misalnya terjadinya perubahan selera konsumen.
Dalam melakukan peninjauan kembali penetapan harga yang telah dilakukan, perusahaan mempunyai tiga alternatif strategi, yaitu:
1. Mempertahankan Harga, strategi ini dilaksanakan dengan tujuan
mempertahankan posisi dalam pasar dan untuk meningkatkan citra yang baik
di masyarakat.
2. Menurunkan Harga, Strategi ini sulit untuk dilaksanakan karena
perusahaan harus memiliki kemampuan finansial yang besar, sementara
konsekuensi yang harus ditanggung, perusahaan menerima margin laba
dengan tingkat yang kecil. Ada tiga alasan atau penyebab perusahaan
harus menurunkan harga produk yang sudah mapan.
a. Strategi Defensif, dimana perusahaan memotong harga guna menghadapi persaingan yang makin ketat.
b. Strategi Ofensif, di mana perusahaan mempunyai tujuan untuk memenangkan persaingan dengan produk kompetiter.
c. Respon terhadap kebutuhan pelanggan yang disebabkan oleh perusahaan
lingkungan. Misalnya inflasi yang berkelanjutan Dan adanya kenaikan
harga yang makin melonjak yang menyebabkan konsumen makin selektif dalam
berbelanja dan dalam penentuan harga.
3. Menaikan Harga, suatu perusahaan melakukan kebijakan menaikan harga
dengan tujuan untuk mempertahankan profitabilitas dalam periode inflasi
dan untuk melakukan segmentasi pasar tertentu. Agar strategi ini dapat
memberikan hasil yang memuaskan, ada dua persyaratan yang harus
dilakukan oleh perusahaan, antara lain :
a. Elastisitas harga relatif rendah, namun elastisitas tetap tinggi bila berkaitan dengan kualitas dan distribusi.
b. Dorongan (reinforcement) dari unsur bauran pemasaran lainnya tetap menunjang.
Ketika suatu perusahaan telah menetapkan harga dasar dari suatu produk
barang atau jasa maka perusahaan dapat menentukan strategi harga dengan
mempertimbangkan berbagai faktor seperti harga kompetitor, tujuan
perusahaan dan daur hidup produk. Strategi tersebut dapat digunakan
untuk produk yang baru maupun yang lama sesuai dengan situasi dan
kondisi yang ada. Berikut ini merupakan berbagai pilihan teknik /
strategi penentuan harga : A. Stretegi Penentuan Harga Pada Produk Baru
1. Skimming Price Strategi skimming adalah menetapkan harga awal yang
tinggi ketika produk baru diluncurkan dan semakin lama akan terus turun
harganya. Contoh handphone nokia, laptop, komputer, dan lain sebagainya.
2. Penetration Price / Harga Penetrasi Strategi harga penetrasi adalah
menentukan harga awal yang rendah serendah-rendahnya atau murah dengan
tujuan untuk penetrasi pasar dengan cepat dan juga membangun loyalitas
merek dari pada konsumen. Contoh : tarif layanan operator baru three /
3, mie selera rakyat, so klin MB, dan lain-lain. B. Stretegi Penentuan
Harga Yang Mempengaruhi Psikologis Konsumen 1. Prestige Pricing / Harga
Prestis Strategi harga Prestige Price adalah menetapkan harga yang
tinggi demi membentuk image kualitas produk yang tinggi yang umumnya
dipakai untuk produk shopping dan specialty. Contoh : roll royce, rolex,
guess, gianni versace, prada, vertu, dan lain sebagainya. 2. Odd
Pricing / Harga Ganjil Strategi harga odd price adalah menetapkan harga
yang ganjil atau sedikit di bawah harga yang telah ditentukan dengan
tujuan secara psikologis pembeli akan mengira produk yang akan dibeli
lebih murah. Contoh : Barang yang tadinya dihargai Rp. 100.000,- diubah
menjadi Rp. 99.990,- di mana konsumen mungkin akan melihat 99.990 jauh
lebih murah daripada Rp. 100.000,-. 3. Multiple-Unit Pricing / Harga
Rabat Strategi harga multiple unit price adalah memberikan potongan
harga tertentu apabila konsumen membeli produk dalam jumlah yang banyak.
Contoh : Jika harga sebuah sebungkus indomie goreng pedas adalah Rp.
1.500,- maka konsumen cukup membayar Rp. 1.ooo,- perbungkus jika membeli
satu dus isi 40 bungkus indomie. 4. Price Lining / Harga Lini Strategi
harga lining pricing adalah memberikan cakupan harga yang berbeda pada
lini produk yang beda. Contoh : bioskop grup 21 memberikan harga standar
untuk konsumen bioskop jenis standard dan mengenakan harga yang lebih
mahal pada konsumen bioskop 21 jenis premier. 5. Leader Pricing /
Pemimpin Harga Strategi harga leader price adalah menetapkan harga lebih
rendah daripada harga pasar / harga normal untuk meningkatkan omset
penjualan / pembeli. Contoh : biasanya ritel jenis hipermarket
memberikan promosi harga yang lebih murah daripada harga normal. C.
Stretegi Penentuan Harga Diskon / Potongan Harga Strategi harga diskon
pada penjual adalah strategi dengan memberikan potongan harga dari harga
yang duah ditetapkan demi meningkatkan penjualan suatu produk barang
atau jasa. Diskon dapat diberikan pada umum dalam bentuk diskon
kuantitas, diskon pembayaran tunai / cash, trade discount. Contoh : Bila
membeli D. Stretegi Penentuan Harga Kompetitif 1. Relative Pricing /
Harga Relatif Strategi harga relative price adalah menentukan harga di
atas, di bawah atau sama dengan tingkat harga persaingan di mana gerakan
harganya mengikuti gerakan pesaing. 2. Follow The Leader Pricing
Strategi harga follow the leader price adalah penetapan harga produk
baik barang maupun jasa diserahkan para pimpinan pasar / penimpin pasar
dan tidak menetapkan harga sendiri.
Minggu, 09 Desember 2012
ARTIKEL PEMASARAN: MEMBANGUN HUBUNGAN DENGAN PELANGGAN
Ini adalah waktu yang menantang bagi para pemimpin bisnis paling hari
ini. Pemimpin menuntut perusahaan mereka tumbuh dan sehingga pemasar
terus difokuskan pada mengemudi produk dan jasa ke tangan pelanggan
baru. Sayangnya ini fokus yang intens pada menarik pelanggan baru telah
mengambil perhatian dari pelanggan didirikan atau masa lalu. Hal ini
terukur lebih mahal untuk menarik pelanggan baru daripada mempertahankan
pelanggan yang sudah ada. Jadi, mengapa begitu banyak perusahaan
memfokuskan upaya mereka dan uang mereka hanya pada pelanggan baru? Hal
ini karena setiap organisasi berkomitmen untuk pertumbuhan dan
pertumbuhan dikaitkan dengan membangun bisnis baru. Namun, dalam rangka
untuk mempertahankan profitabilitas terus menerus, perusahaan harus
membangun dan mempertahankan hubungan yang menguntungkan dengan semua
pelanggan mereka (masa lalu, sekarang dan masa depan).
Pemimpin bisnis harus melakukan empat hal untuk memiliki hubungan pelanggan menguntungkan.
Anda harus terus menarik (menguntungkan) pelanggan baru di sektor industri yang telah diidentifikasi dalam rencana strategis Anda.
Anda harus aktif mempertahankan (menguntungkan) Anda pelanggan saat ini dan membangun kembali hubungan dengan pelanggan masa lalu.
Anda harus menyesuaikan produk dan jasa untuk lebih memenuhi harapan pelanggan dan kebutuhan Anda.
Karyawan Anda harus terus dilatih dan dihargai untuk memberikan layanan pelanggan yang luar biasa.
Pemimpin bisnis harus melakukan empat hal untuk memiliki hubungan pelanggan menguntungkan.
Anda harus terus menarik (menguntungkan) pelanggan baru di sektor industri yang telah diidentifikasi dalam rencana strategis Anda.
Anda harus aktif mempertahankan (menguntungkan) Anda pelanggan saat ini dan membangun kembali hubungan dengan pelanggan masa lalu.
Anda harus menyesuaikan produk dan jasa untuk lebih memenuhi harapan pelanggan dan kebutuhan Anda.
Karyawan Anda harus terus dilatih dan dihargai untuk memberikan layanan pelanggan yang luar biasa.
MEMAHAMI INFORMASI KEUANGAN DAN AKUNTANSI
bab 17
Pentingnya
informasi akuntasi
Akuntansi
adalah pencatatan pengklasifikasian peringkasan dan penginterpresian segala
kejadian dan transaksi keuangan untuk memberikan informasi kepada manajemen dan
pihak berkepentingan lain yang membutuhkan sebagai dasar untuk mengambil
keputusan
Area
akuntansi
Area
akuntasi meliputi
·
Akuntansi
manajerial
·
Akuntansi
keuangan .
Siklus akuntansi
1. Pembukuan
2. Jurnal
3. Pembukuan
ganda
Langkah-langkah
dalam siklus akuntansi
1.menganalisis
dokumen
2.mencatat
transaksi dalam jurnal
3.posting
ke buku besar
4.neraca
saldo
5.menyusun
laporan keuangan
6.menganalisis
laporan keuangan
Memahami
laporan keuangan
Berikut
adalah laporan keuangan inti dalam sebuah bisnis
1.neraca
2.laporan
laba rugi
3.laporan
arus kas .
Peramaan
akuntansi dasar
Aset=kewajiban+ekuitas
pemilik, hal ini merupakan dasar dari neraca .
Neraca
Laporan
keuangan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada satu waktu tertentu
.
Penggolongan
aset
1.aset
lancar
2.aset
tetap
3.aset
tak berwujud
Akun
kewajiban dan ekuitas pemilik
1. Utang usaha
2. Wesel bayar
3. Utang
obligasi
Menganalisis
laporan keuangan : analisis rasio
Penilaian
kondisi dan kinerja keuangan perusahaan melalui penghitungan dan
penginterpresian rasio keuangan yang dikembangkan dari lapora keuangan
perusahaan .
Berikut
ini adala empat rasio :
1. Rasio
likuiditas
2. Rasio
pengukit
3. Rasio
profitabilitas
4. Rasio
aktivitas
MENGGUNAKAN TEKNIK-TEKNIK PROMOSI YANG EFEKTIF
bab 16
Promosi
dan bauran promosi
Promosi
adalah usaha-usaha para pemasar untuk memberi informasi dan mengingatkan
orang-orang dalam pasar sasaran mengenai produk-produk dan membujuk mereka
untuk ikut serta dalam pertukaran .
Bauran
promosi adalah kombinasi dari alat-alat promosi yang di gunakan satu organisasi
.
Langkah-langkah
dalam kampanye promosi
1.
Mengidentifikasi
target pasar
2.
Mendefinisikan
tujuan
3.
Menentukan
pesan pemersatu
4.
Melaksanakan
rencana tersebut
5.
Mengevaluasi
efektivitas
Tujuan
pemasaran terpadu
·
Membangun
ekuitas merek
·
Memberikan
informasi
·
Mengelola
permintaan dan membangun penjualan
·
Membedakan
produk
·
Pengaruh
persepsi , sikap , dan perilaku pembeli .\
Pengiklanan
·
Iklan
media : koran , televisi , radio , majalah , outdoor , directmail ,
kuning-halaman,internet
·
Meningkatnya
penggunaan infomersial
·
Pindah
ke internet
·
Periklanan
global
Langkah-langkah
dalam proses penjualan
1.
Pospek
dan kualifikasi
2.
Preapproach
3.
Pendekatan
4.
Membuat
persentasi
5.
Jawaban
keberatan
6.
Tutup
sale
7.
Follow
up
HUBUNGAN MASYARAKAT: MEMBANGUN HUBUNGAN
Sebuah hubungan masyarakat yang baik
terdiri atas 3 langkah, yaitu :
1)
Mendengarkan
masyarakat.
2)
Mengubah
kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur.
3)
Menginformasikan
masyarakat bahwa anda merespon kebutuhan mereka.
PROMOSI PENJUALAN: MENDAPATKAN PENAWARAN
YANG BAIK
Promosi penjualan adalah alat promosi
yang menstimulasi pembelian konsumen dan minat diler melalui
aktifitas-aktifitas jangka pendek.
STRATEGI-STRATEGI PROMOSI
§
Push
strategy adalah produsen menggunakan iklan, penjualan personal, promosi
penjualan, dan alat-alat promosi lainnya untuk meyakinkan para perantara grosir
dan peritel agar mau menyimpan persediaan dan menjual barang dagangan.
§
Pull
strategy adalah usaha-usaha iklan dan promosi penjualan besar-besaran
ditunjukan pada konsumen, sehingga mereka akan meminta produk dari para
peritel.
MENDISTRIBUSIKAN PRODUK DENGAN CEPAT DAN EFISIEN
bab15
Saluran
distribusi
Saluran
distribusi adalah organisasi-organisasi yang membantu memindahkan barang dan
jasa dari produsen ke pengguna bisnis dan pengguna akhir
Saluran
distribusi terdiri dari :
·
Agen/calo
·
Perantara
grosir
·
Peritel
Utilitas
yang di ciptakan perantara
Terdiri
dari :
·
Utilitas
bentuk
·
Utiitas
waktu
·
Utilitas
tempat
·
Utilitas
kepemilikan
·
Utilitas
informasi
·
Utilitas
layanan
Perantara
grosiran
Pedagang
grosir
dibagi
menjadi 2 jenis :
1.pedagang
grosir layanan penuh
2.pedagang
grosir layanan terbatas
Agen dan calo
Perantara
ritel
Strategi
distribusi ritel
Adatiga
jenis kategori distribusi ritel
·
Distribusi
intensif
·
Distribusi
selektif
·
Distribusi
eksklusif
Berbagai
jenis toko ritel
·
Department
store
·
Pasar
swalayan
·
Convenience
store
·
Toko
khusus
Peritel
tanpa toko
·
Ritel
elektronis
·
Telemarketing
·
Mesin
penjaja, kios dan kereta
·
Penjualan
langsung
·
Penjualan
bertingkat (MLM)
·
Pemasaran
langsung
Membangun
kerjasama dalam sistem saluran
Ada
4 sistem yang digunakan :
1.sistem
distribusi korporat
2.sistem
distribusi kontrak
3.sistem
distribusi yang diatur
4.rantai
persediaan
Memindahkan
barang dari produsen ke konsumen secara efisien
·
Memilih
mode transportasi yang paling tepat
·
Fungsi
penyimpanan
·
Melacak
barang .
MENGEMBANGKAN DAN MENENTUKAN HARGA PENGEMBANGAN PRODUK DAN PENAWARAN PRODUK TOTAL
BAB 14
·
Nilai
adalah kualitas bagus pada harga yang wajar. Saat konsumen menghitung nilai
dari satu produk, mereka melihat manfaat-manfaatnya dan lalu menguranginya
dengan biaya-biaya untuk melihat apakah manfaatnya melebihi biayanya.
MENGEMBANGKAN PENAWARAN PRODUK TOTAL
·
Penawaran
produk total adalah segala hal yang dievaluasi konsumen saat memutuskan apakah
ia akan membeli suatu barang disebut juga paket nilai (value package).
LINI PRODUK DAN BAURAN PRODUK
·
Lini
produk adalah sekelompok produk yang secara fisik mirip atau ditunjukkan untuk
pasar yang serupa.
·
Bauran
produk adalah kombinasi dari seluruh lini produk yang ditawarkan oleh sebuah
perusahaan manufaktur.
DIFERENSIASI PRODUK
Merupakan penciptaan perbedaan-perbedaan
produk, baik nyata maupun yang dipersepsikan.
Kemasan
mengubah produk
Kemasan
dapat membantu sebuah produk lebih menarik bagi peritel , kemasan mengubah produk dengan mengubah
tampak luar,kegunaan,atau daya tariknya .
Semakin
pentingnya kemasan
Kemasan
harus melakukan fungsi-fungsi sebagai berikut :
1.melindungi
produk di dalamnya
2.menarik
perhatian pembeli
3.menjelaskan
isinya dan memberi informasi mengenai itu
4.menjelaskan
manfaat dari produk dalam kemasan
5.menyediakan
informasi mengenai jaminan peringatan dan masalah-masalah konsumen lainnya
6.memberi
indikasi harga,nilai dan kegunaan
Merek
dan ekuitas merek
Merek
adalah sebuah nama , simbol , atau desain yang mengidentifikasi barang atau
jasa dari satu penjual atau kelompok penjual dan membedakannya dari barang dan
jasa pesaing .
Merek
dagang adalah sebuah merek yang telah diberi perlindungan hukum eksklusif ,
baik untuk nama mereknya maupun untuk rancangan gambarnya .
Kategori
merek
Beberapa
kategori merek yang anda kenal . nama merek produsen , merek diler atau label
privat , barang generik merek palsu
Menciptakan
ekuitas dan kesetiaan merek
Terdiri
atas Ekuitas merek , Kesetiaan merek , Kesadaran merek , Asosiasi merek
Manajemen
merek
Manajemen
merek memiliki tanggung jawab langsung atas satu merek atau satu lini produk .
tanggung jawab ini termasuk seluruh unsur bauran pemasaran : produk , harga ,
tempat , dan promosi .
Proses
pengembangan produk baru
Terdiri
atas beberapa tahapan yakni :
1.pengumpulan
ide
2.seleksi
produk
3.analisis
produk
4.pengembangan
5.pengujian
6.komersialisasi
Tujuan
penentuan harga
1.mencapai
sasaran pengembalian atas investasi atau laba tertentu
2.membangun
arus lalu lintas produk
3.mendapatkan
pangsa pasar lebih besar
4.menciptakan
suatu citra
5.mencapai
tujuan-tujuan sosial .
Strategi
harga lainnya
Strategi
harga skimming , strategi penetrasi , harga rendah setiap hari , strategi harga
tinggi rendah .
PEMASARAN MEMBANGUN HUBUNGAN PELANGGAN
BAB 13
Pemasaran adalah
proses perencanaan dan pelaksanaan konsep, penetapan harga, promosi, serta
distribusi barang dan jasa untuk memfasilitasi pertukaran yang memenuhi
objektif individual dan organisasional.
EVOLUSI BIDANG
PEMASARAN
Ada empat era,
yaitu :
1.
Produksi
2.
Penjualan
3.
Konsep
pemasaran
4.
Hubungan
pelanggan
BAURAN PEMASARAN
Bauran pemasaran
adalah unsur-unsur yang menghasilkan program pemasaran yaitu :
1.
Produk
2.
Harga
3.
Tempat
4.
Promosi
PROSES
PENELITIAN PEMASARAN
Proses
penelitian pemasaran yang disederhanakan terdiri atas setidaknya empat langkah
:
·
Mengidentifikasi
pertanyaan (masalah atau peluang) dan menentukan situasi saat ini.
·
Mengumpulkan
data.
·
Menganalisis
data penelitian.
Menyegmentasi
pasar konsumen
Segmentasi
pasar di bedakan menjadi lima :
1.segmentasi
geografis
2.segmentasi
demografis
3.segmentasi
psikografis
4.segmentasi
manfaat
5.segmentasi
volume atau penggunaan .
Pasar
bisnis ke bisnis
·
Jumlah
pelanggan dalam pasar B2B relatif sedikit
·
Ukuran
pelanggan bisnis relatif besar
·
Pasar
B2B cenderung terkonsentrasi secara geografis
·
Pembeli
bisnis pada umumnya dianggap lebih rasional
·
Penjualan
B2B cenderung bersifat langsung tetapi tidak
selalu
·
Ada
jauh lebih banyak penekanan pada penjualan pribadi di pasar B2B dari pada di
pasar konsumen
Langganan:
Postingan (Atom)